• gambar
  • gambar

Disiplin, Berprestasi, Berakhlaq Mulia, dan Berbudaya Lingkungan

Pencarian

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 SUGIHWARAS BOJONEGORO

NPSN : 20504476

Jl.Raya No.56 Sugihwaras, Bojonegoro


[email protected]

TLP : 08113109138


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 336952
Pengunjung : 93733
Hari ini : 17
Hits hari ini : 56
Member Online : 0
IP : 18.97.14.86
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

SMAN 1 Sugihwaras Gelar Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak dan Stunting Bersama DP3AKB Kabupaten




Sugihwaras, 18 November 2025, SMAN 1 Sugihwaras menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Pencegahan Perkawinan Anak dan Stunting untuk Mewujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas” pada Selasa (18/11). Acara berlangsung di Aula SMAN 1 Sugihwaras dan menghadirkan sejumlah narasumber dari DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, tenaga kesehatan, dan perwakilan Forum Genre.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMAN 1 Sugihwaras, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan gizi remaja untuk mencegah risiko perkawinan anak serta stunting di masa mendatang.

Narasumber Hadir Berikan Edukasi Komprehensif
Sosialisasi menghadirkan pemateri utama Bapak Sekretaris Dinas DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, dr. Fitri, Kasi Ketahanan Remaja, Koordinator Penyuluh KB, serta tim dari Forum Genre Kabupaten Bojonegoro. Para narasumber memberikan materi secara komprehensif mengenai: pengertian dan batasan usia minimal perkawinan menurut hukum, dampak kesehatan, psikologis, pendidikan, dan ekonomi akibat perkawinan anak, hak-hak anak serta pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi remaja, penjelasan tentang stunting, tanda-tanda, dan dampak jangka pendek maupun panjang faktor penyebab stunting, termasuk gizi buruk, pola asuh, sanitasi, dan kehamilan usia dini, pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun (1000 HPK)

Dalam penyampaiannya, pemateri menekankan bahwa perkawinan anak memiliki korelasi kuat dengan risiko stunting, terutama karena ketidaksiapan fisik dan mental ibu muda dalam menjalani kehamilan.
Peran Keluarga dan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan
Para narasumber juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi memerlukan peran aktif keluarga dan lingkungan. Ibu hamil dan balita harus mendapat asupan gizi seimbang, termasuk ASI eksklusif hingga 6 bulan dan MPASI yang sesuai usia.

Selain itu, program pemerintah seperti Posyandu, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta penyuluhan gizi di masyarakat memiliki peran strategis dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
“Keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah stunting. Pendidikan dan kesadaran sejak dini akan menentukan kualitas generasi kita di masa depan,” ujar salah satu pemateri dari DP3AKB.

Harapan Sekolah dan Pemerintah
SMAN 1 Sugihwaras berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko perkawinan usia dini serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan gizi sejak remaja. Dengan adanya kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan Forum Genre, diharapkan angka perkawinan anak maupun stunting di Kabupaten Bojonegoro dapat terus ditekan.

Kepala sekolah menutup kegiatan dengan ajakan kepada seluruh siswa agar menjadi remaja yang berpengetahuan, sehat, dan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab demi masa depan yang lebih baik.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas